Pages

Kamis, 26 September 2013

Makalah seni budaya (Tari Gembira)





Makalah
Seni Budaya


"Tari Gembira"




          




Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan tema tarian tradisional kreasi baru “TARI GEMBIRA” dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun menambah suatu informasi bagi pembaca dalam seni tari.

Harapan
kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan tentang seni tari tradisional maupun krasi baru dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini
kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.




Tuban, 23 Januari 2013
                             


  
                                Penyusun




                                
Tari Tradisional
1. Pengertian Tari
Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru

1.1 Pengertian Tari tradisional

Tari tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa Indonesia. Beberapa tradisi seni tari seperti; tarian Bali, tarian Jawa, tarian Sunda, tarian Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu, tarian Aceh, dan masih banyak lagi adalah seni tari yang berkembang sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap dikembangkan hingga kini.
Beberapa tari mungkin telah berusia ratusan tahun, sementara beberapa tari berlanggam tradisional mungkin baru diciptakan kurang dari satu dekade yang lalu. Penciptaan tari dengan koreografi baru, tetapi masih di dalam kerangka disiplin tradisi tari tertentu masih dimungkinkan.

1.2 Tari kreasi baru
Tari kreasi baru adalah tari-tari klasik yang dikembangkan sesuai dengan  perkembangan jaman dan diberi nafas Indonesia baru.
Sebagai hasilnya, muncullah beberapa tari kreasi baru. Tari kreasi baru ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang telah sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni tari tradisional.


Contohnya adalah :
Tari Kupu-Kupu; Tari Merak
, Tari Gembira, Tari Roro Ngigel, Tari Ongkek Manis, Tari Manipuri, Tari Roro Wilis, Tari Lenggang Surabaya, Tari Kasomber, Tari Eblas, dll

1.3 Jenis dan Bentuk Tari Tunggal Nusantara
Tari tunggal nusantara adalah jenis tari dari Nusantara yang diperagakan oleh seorang penari.Pada dasarnya,istilah tunggal hanya menunjukkan jumlah penari saja. Sementara jenis tarian dapat dimainkan oleh seorang atau lebih penari


 Misalnya , Tari Merak bia menjadi tari tunggal, bisa pula menjadi tari berpasangan atau kelompok.Sifat tari tunggal menuju ke arah psikologis yang akan menjadikan seseorang sebagai subjek atau objek dalam suatu kegiatan.
Sifat tari tunggal terdiri atas :
1.    Lirik , yaitu tarian yang memusatkan pada subjek atau keadaan diri pribadi, seperti bahagia,atau haru,atau senang.
2.   Epik, yaitu sifat tari yang mengarah pada nilai luar diri, seperti kagum atau manja.

1.4 Jenis tari Berdasarkan Koreografinya
  • Tari tunggal ( Solo ), Tari tunggal adalah tari yang diperagakan oleh seorang penari, baik laki-laki maupun perempuan. Contohnya tari Golek ( Jawa Tengah )
  • Tari berpasangan ( duet/pas de duex), Tari berpasangan adalaah tari yang diperagakan oleh dua orang secara berpasangan. Contohnya tari Topeng (Jawa Barat)
  • Tari kelompok ( Group choreography), Tari kelompok yaitu tari yang diperagakan lebih dari dua orang.




Tari  Gembira

Tari gembira asalnipun saking tlatah jawi tengah. Ing jaman biyen tari menika digunaaken kangge simbol kesenengan dateng acara memperingeti kamardikan bangsa kita. Saking entene tari menika dimenaken warga supados tansah enget lan bisa memperingeti kamardikan bangsa kaliyan seneng lan semangat. Tari menika kangge simbol ngilangaken rasa sayah para pejuang sesampunipun bebarengan berjuang marang kamardikan bangsa indonesia.

Tari  menika merupaaken setunggalnipun rupa tarian saking tlatah engkang diciptaaken kangge pagelaran. Dateng  perkembanganipun tari menika dipun gunaaken kangge memperingati acara misale HUT tlatah, acara mantenan, perpisahan sekolah lan liya-liyane.


Sak menika beksan niki sampun dikreasiken kaliyan kreatifitas para seniman sehingga tari menika mlebet dhateng setunggalnipun tari tradisional engkang kreasi enggal lan tari menika enggeh dipun gunaaken dateng sedaya acara engkang ngambaraken sesenengan.


Beksan menika saget dipunlakuaken kaliyan 3-10 tiyang utawi kelompok. Tari  menika dipungerakaken kalih gerakan engkang dinamis, sae lan lemah gemulai. Sehingga sak menika kathah dilakuaken lare-lare kangge lambang sesenengan lan puji syukur dumateng kersaning gusti Pangeran. Gerakan tari menika melambangken kangge ngajak tiyang-tiyang supados seneng bebarengan.
Tari menika terdiri dhateng beberapa gerakan misale lambai-lambaiken tangan kangge ngajak tiyang-tiyang seneng-seneng bebareng. Tarian menika gerakipin kaya ta lare-lare alit engkang maen bebarengan, mlayu-mlayu lan tepuk tangan kaliyan muter-muter bareng.
Gerakan-gerakan menika gerakipun lenggak-lenggok maju mundur kaliyan tepuk tangan.
Gerakipun kesamping kanan kiri bebarengan ngajak tiyang-tiyang goyang lan seneng-seneng bareng.

Agemanipun katon biasa lan warnaipun cerah sehingga katon menarik lan semangat. Tata riasipun enggeh katon rapi lan sae. Rekmaipun dipun sanggul lan diwenehi kembang melati engkang dironce supados katon ayu lan sedep disawang.

Tarian menika pada dasaripun  digunaaken kangge hiburan kesenian lan tujuanipun kangge ngajak sedaya tiyang supados seneng bebarengan.

PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.









Tuban, 23 Januari 2013
                             


  
                           
                                                      Penyusun

Memuliakan Kedua Orangtua

Memuliakan Kedua Orangtua

Mungkin sudah sering banyak kita dapatkan penjelasan mengenai “Birruwalidain” atau istilah lainnya adalah memuliakan kedua orangtua entah ketika kita duduk dibangku sekolah atau kuliah, materi pada saat halaqoh atau kajian-kajian islam yang pernah kita ikuti. Semoga kita tidak pernah bosen untuk dapat mengingatnya kembali dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita. Oleh karena itu izinkan saya untuk mencoba menuliskan kembali dari apa yang saya dapatkan selama ini tentang “Memuliakan Kedua Orangtua”. Semoga bermanfaat yahh ^__^.
Sobatku ketahuilah jika kita ingin mendapatkan Ridha Allah maka kita harus dapat memuliakan orangtua kita terlebih dahulu atau membahagiakannya karena murka dan ridha Allah seiring hati orangtua kita. Sebagaimana Abdullah bin Amar r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ridha Allah berada pada ridha orang tua, dan murka Allah berada pada murka orang tua.” (HR Tirmidzi dan Al Hakim).
Bagaiamana caranya agar kita mendapatkan ridha Allah, yaitu kita harus memuliakan keduaorangtua kita atau berbakti kepadanya. Bersyukurlah jika kawan masih memiliki keduanya, dan jika sudah diantara orangtua kita sudah ada yang wafat, tetap kita mesti berbakti kepadanya.
Nah bagaimana caranya untuk memuliakan kedua orangtua kita. Simak penjelasan dari ini kawan:
Muawiyah bin Jahimah mendatangi Rasulullah SAW,” Wahai Rasulullah, aku hendak berperang, aku minta pendapat engkau”. Rasulullah SAW menjawab. Apakah engkau mempunyai Ibu?” Jawabnya, “ Ya”. Lalu Rasulullah SAW bersabda. “Berbuat baiklah kepadanya. Sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya”. (HR Ath- Thabrani).
Itu perintah Rasulullah SAW agar kita berbuat baik kepada orangtua kita. Dan perintah Allah pun ada dan sudah tertulis dalam Al-Qur’an. Sekarang bisa disimak penjelasan berikutnya.
Kemudian bagaimana cara berbakti yang paling tepat saat orangtua kita ketika masih hidup maupun sudah wafat:
Ketika orangtua kita masih hidup. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 23-24, dan Surah Luqman ayat 14-15, Allah memerintahkan kewajiban anak terhadap orangtuanya.
Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah perkataan yang baik” (Al-Isra : 23).
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap kedua dengan penuh kasih sayang. Dan ucapkanla, “Wahai Rabb-ku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil” (Al-Isra : 24).
Kemudian dalam surah Luqman ayat 14-15, Allah berfirman:
“ Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibu telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapih dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kapada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” (QS. Luqman : 14)
“ Dan jika kedua memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti kedua dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS.Luqman : 15).
Inti sari dari perintah Allah SWT itu adalah:
  • Berbuat baik kepada orangtua dengan sebaik-baiknya.
  • Selalu patuh akan nasihatnya.
  • Apa yang diperintahkan orangtua harus dikerjakan selama itu tidak menyimpang dari ajaran Allah SWT.
  • Merawat dan mengurus orangtua bila sudah usia lanjut.
  • Berperilaku santun dan lembut serta mengeluarkan lisan yang mulia.
  • Merendahkan diri dengan penuh kasih sayang.
  • Senantiasa mendoakannya.

Dalam hadist Bukhari, Muslim bahwa amalan yang dicintai Allah juga salah satunya adalah memuliakan kedua orangtua.
Abdullah (bin Mas’ud) RA berkata, “Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ (Dalam satu riwayat: yang lebih utama) Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orangtua.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’? Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”‘ (HR. Bukhari, Muslim)
Jika orang tua kita sudah wafat maka yang hendak dilakukan sebagai anak yang berbakti adalah:
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang berbakti kepada orangtua yang telah wafat,” Yakni dengan mengirim doa (mendoakan) dan memohon ampunan kepada Allah, menepati janji dan nazar yang pernah diikrarkan orantua, memelihara hubungan silaturahim serta memuliakan kawan dan kerabat orantuamu, “ (HR Imam Abu Dawud).
Tanamkanlah selalu dalam diri kita untuk selalu berbakti kepada orangtua kita setiap hari, setiap waktu, dalam kondisi apapun muliakanlah, bahagiakanlah sebelum orangtua kita sedih, dan kecewa.
Bisa diambil ibroh dari kisah Al-Qamah yang sangat berbakti kepada orangtua, rajin ibadah, dan melakukan amal shalih, namun kesalahan kecil yang pernah ia buat hingga ibunya tidak rela. Al-Qamah mengalami sakaratul maut yang memilukan diakhir hidupnya. Padahal yang dilakukan Al-Qamah adalah ibadah sunah. Ketika Al-Qamah dipanggil hingga 3 kali dan tidak menjawab, ibunya kesal dan marah. Akibatnya turun kemarahan Allah dipenghujung hayatnya. Padahal, Rasulullah SAW telah bersabda,” Wajib memenuhi panggilan ibu dari pada sholat sunah,” (HR. Ibnu Abi Syaibah)
Semoga apa yang saya tulis ini bisa menjadikan bahan renungan untuk kita semua dan bermanfaat. Wa’allahualam.

Sayangilah Orang Tua Kita

Sayangilah Orang Tua Kita 

Penulis : Conan
 
Ada sebatang pohon mangga. Daunnya rimbun, sarat berbuah sepanjang tahun. Seorang anak kecil sangat senang bermain di pohon mangga setiap harinya. Memanjat ke puncak pohon, merayap ke dahan, dan memetik buahnya. Kemudian meluncur turun bersandar di batang pohon dan terlelap dalam kesejukan naungan daun yang rimbun. Ia mencintai pohon mangga itu dan demikian pula pohon mangga itu kepadanya.

Waktu berlalu dengan cepatnya. Anak kecil itu tumbuh menjadi remaja. Dia tidak lagi suka bermain-main dan tentunya jarang mendatangi pohon mangga itu.
Sampai suatu hari si remaja menghampiri pohon mangga dengan wajah muram. Pohon mangga menyambutnya dengan gembira:
"Mari bermain seperti dahulu".
"Saya bukan anak-anak lagi, saya sudah remaja, sudah tidak senang bermain".
"Lalu apa masalahmu. Katakanlah, mungkin saya dapat menolongmu," pohon mangga membujuk.
"Begini, saya ingin mempunyai kecapi yang merdu untuk menghibur kekasihku," si remaja ini mengutarakan kemusykilannya.
"Oh, itu mudah, petiklah buahku, kemudian juallah untuk memperoleh uang. Maka engkau dapat membeli kecapi yang merdu".

Si remaja itu bangkit semangatnya. Dipetiknya buah mangga itu sampai tak bersisa. Pohon mangga tampak gembira, karena telah mengeluarkan si remaja itu dari kesusahannya.
Suatu hari remaja itu datang lagi ke pohon mangga. Bergembiralah pohon mangga memanggilnya untuk bermain.
"Saya tidak punya waktu untuk bermain, saya telah dewasa, telah beristeri,"
ujar remaja yang telah dewasa itu.
"Lalu kesulitan apa pula, boleh jadi saya dapat menolongmu lagi," kata pohon mangga. "Begini, saya membutuhkan rumah tempat tinggal". Belum sempat pemuda dewasa itu mengakhiri kalimatnya, pohon mangga menyela:
"O, mudah pangkaslah semua dahan, dan cabang batangku, cukuplah itu untuk mendirikan rumah. Pemuda itu lalu memangkas. Maka tinggallah pohon mangga seperti tonggak, hanya batang tanpa dahan, cabang, ranting bahkan daun. Tumbuh tidak, matipun tidak.

Waktu berlalu, datanglah si pemuda itu ke pohon mangga yang sudah menjadi tonggak.
"Boleh jadi inilah yang terakhir saya minta nasihat kepadamu. Saya sudah menjelang manula. Aku ingin menikmati hari tua, berlayar di danau. Bagaimana mungkin saya mendapatkan perahu,?"
"Tebanglah batangku pada pangkalnya, buatlah perahu", kata akhir pohon mangga.

Kini pohon mangga yang dahulu berdaun rimbun, berbuah lebat, hanya tinggal akar-akarnya saja yang tersembul sedikit di atas tanah.
Musim dan tahun berganti. Laki-laki yang sudah tua renta itupun datang kembali. Yang diinginkannya hanya sekedar melabuhkan dirinya berbantalkan akar pohon mangga.

Pohon mangga ibarat kedua orang tua kita. Ketika kecil kita senang bermain dengan mereka. Tatkala dewasa, kita tinggalkan beliau berdua, hanya datang bila dianggap perlu. Padahal bagaimanapun keadaan mereka, orang tua tetap akan memberikan segalanya kepada kita. Selayaknyalah kita mendoakan kedua orang tua kita

SAHABAT

 SAHABAT


Sahabat yg baik adalah sahabat yg tidak akan menjelek2anmu, apalagi mengumbar aibmu pada orang lain walaupun pada saat itu ada perselisihan diantara kalian

Masa" yg paling indah adalah saat tahun ajaran akhir, tidak lama lagi pisah dengan kalian, sebisa mungkin tdk ada kenangan yg terlewatkan dgn kalian Sahabat

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkn proses yg panjang seperti besi menajamkan besi, demkianlah sahabat yg menajamkan sahabatnya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dgn ciuman, tetapi menyatakan apa yg amat menyakitkan dgn tujuan sahabatnya mau berubah

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yg mementingkan diri sendiri

Mengenalimu adalah 1 kesyukuran, bergurau denganmu adalah 1 kebahagiaan, menyakiti hatimu akan kuelakkan, dan 1 permintaan dariku semoga persahabatan kita abadi hingga mati memisahkan kita

Sahabat yg baik adalah sahabat yg berani membetulkan kita ketika kita berbuat kesalahan sehingga kita tdk hanyut dalam kesalahan dan dosa

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

kenangan bersama sahabat

Kenangan bersama sahabat

Aku Dan Kalian Dalam Kenangan Kita
Masihkah ada seberkas ingatan dalam hatimu..???
Ingatan yang tercipta kala kita bersama dahulu..
Kenangan akan kisah persahabatan..
Yang kini mulai Ku rindukannya..

Saat-saat ketika kita lalui bersama..
Ada suka..
ada duka..
Dan canda tawa penghias hari kita..

Lelah tak akan berarti bagi Ku..
Karena kebersamaan kita hapuskan semuanya..
Yang tersisa hanyalah cinta dan kasih..
Mungkinkah akan Ku temukan kembali..???
Masa-masa indah ini..

Tak pernah Ku biarkan..
Ombak menghapus kenangan kita..
Meski buih-buih kecil itu telah lampaui masa..
Namun,
Semua kenangan kita akan menjadi separuh nyawa Ku..
Dan menjadi bagian dari hidup Kita..

Dan Ku yakin,
Suatu saat akan kau dapatkan..
Jalanmu untuk hidupmu..

Namun,
Berjanjilah kepada Ku..
Kalian semua tak akan melupakan Aku..
Ataupun semua kenangan kita..